1. Kebutuhan perangkat lunak
Kebutuhan perangkat lunak adalah proses penting dalam pengembangan aplikasi,
termasuk aplikasi perpustakaan digital. Proses ini melibatkan identifikasi, analisis, dan
spesifikasi kebutuhan yang diperlukan oleh pengguna dan pemangku kepentingan.
2. Jenis-Jenis Kebutuhan Perangkat Lunak
Kebutuhan Fungsional
Kebutuhan fungsional adalah fitur-fitur yang harus disediakan oleh
perangkat lunak untuk memenuhi tujuan pengguna. Contohnya, dalam
aplikasi perpustakaan digital, kebutuhan fungsional meliputi:
o Pencarian Buku: Kemampuan untuk mencari buku berdasarkan
judul, pengarang, atau kategori.
o Peminjaman Buku Digital: Fitur untuk meminjam buku digital
dan mengelola masa peminjaman.
o Pengelolaan Koleksi: Kemampuan untuk menambah, mengedit,
dan menghapus koleksi buku digital.
Kebutuhan Non-Fungsional
Kebutuhan non-fungsional adalah kriteria yang tidak terkait langsung
dengan fitur, seperti:
o Keamanan: Perlindungan data pengguna dan koleksi digital dari
akses tidak sah.
o Kinerja: Kemampuan aplikasi untuk menangani banyak pengguna
secara bersamaan tanpa penurunan kinerja.
o Skalabilitas: Kemampuan aplikasi untuk berkembang sesuai
dengan pertumbuhan koleksi dan pengguna.
Kebutuhan Domain
Kebutuhan domain terkait dengan aturan dan standar yang berlaku dalam
industri perpustakaan, seperti standar metadata untuk pengatalogan buku.
3.Teknik Analisa Kebutuhan Perangkat Lunak
Wawancara
Kuesioner
Observasi
Studi Dokumen
Prototyping
JAD (Joint Application Development)
4.Proses Analisa Kebutuhan Perangkat Lunak
Identifikasi Pemangku Kepentingan
Pengumpulan Kebutuhan
Analisis Kebutuhan
Spesifikasi Kebutuhan
Validasi Kebutuhan
5. Pengelolaan Kebutuhan Perangkat Lunak
Dokumentasi Kebutuhan
Validasi Kebutuhan
Prioritas Kebutuhan
Manajemen Perubahan Kebutuhan
6. Konsep Perancangan Perangkat Lunak
Definisi dan Perandalam SDLC:
Perancangan perangkat lunak adalah proses penting dalam Software Development
Life Cycle (SDLC) yang melibatkan pembuatan rencana terperinci sebelum implementasi
kode. Tujuannya adalah memastikan bahwa perangkat lunak sesuai dengan kebutuhan
pengguna dan dapat diimplementasikan secara efektif.
7. Pendekatan Perancangan
Top-Down vs. Bottom-Up:
Top-Down: Dimulai dari tingkat tertinggi, memecah sistem menjadi modul-modul
kecil. Cocok untuk proyek besar dengan kebutuhan integrasi yang kompleks.
Bottom-Up: Dimulai dari komponen kecil, mengembangkan dan menguji setiap
modul secara individual sebelum diintegrasikan. Fleksibel dan cepat dalam
pengembangan.
Object-Oriented Design (OOD) vs. Structured Design:
OOD: Berfokus pada objek dan interaksinya, memudahkan pengembangan sistem
yang kompleks dan modular.
Structured Design: Menggunakan struktur yang terorganisir dan terstruktur, cocok
untuk sistem yang lebih sederhana dan linear.
8. Dokumentasi Perancangan
Software Requirement Specification (SRS): Dokumen yang mendefinisikan kebutuhan
fungsional dan non-fungsional perangkat lunak.
Software Design Document (SDD): Dokumen yang menjelaskan desain sistem secara rinci,
termasuk arsitektur dan komponen-komponennya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar