(3) KEBUTUHAN PERANGKAT LUNAK

 1. Kebutuhan perangkat lunak

Kebutuhan perangkat lunak adalah proses penting dalam pengembangan aplikasi,

termasuk aplikasi perpustakaan digital. Proses ini melibatkan identifikasi, analisis, dan

spesifikasi kebutuhan yang diperlukan oleh pengguna dan pemangku kepentingan.

2. Jenis-Jenis Kebutuhan Perangkat Lunak


 Kebutuhan Fungsional

Kebutuhan fungsional adalah fitur-fitur yang harus disediakan oleh

perangkat lunak untuk memenuhi tujuan pengguna. Contohnya, dalam

aplikasi perpustakaan digital, kebutuhan fungsional meliputi:

o Pencarian Buku: Kemampuan untuk mencari buku berdasarkan

judul, pengarang, atau kategori.

o Peminjaman Buku Digital: Fitur untuk meminjam buku digital

dan mengelola masa peminjaman.

o Pengelolaan Koleksi: Kemampuan untuk menambah, mengedit,

dan menghapus koleksi buku digital.


 Kebutuhan Non-Fungsional

Kebutuhan non-fungsional adalah kriteria yang tidak terkait langsung

dengan fitur, seperti:

o Keamanan: Perlindungan data pengguna dan koleksi digital dari

akses tidak sah.

o Kinerja: Kemampuan aplikasi untuk menangani banyak pengguna

secara bersamaan tanpa penurunan kinerja.

o Skalabilitas: Kemampuan aplikasi untuk berkembang sesuai

dengan pertumbuhan koleksi dan pengguna.


 Kebutuhan Domain

Kebutuhan domain terkait dengan aturan dan standar yang berlaku dalam

industri perpustakaan, seperti standar metadata untuk pengatalogan buku.


3.Teknik Analisa Kebutuhan Perangkat Lunak

 Wawancara

 Kuesioner

 Observasi

 Studi Dokumen

 Prototyping

 JAD (Joint Application Development)


4.Proses Analisa Kebutuhan Perangkat Lunak

 Identifikasi Pemangku Kepentingan

 Pengumpulan Kebutuhan

 Analisis Kebutuhan

 Spesifikasi Kebutuhan

 Validasi Kebutuhan


5. Pengelolaan Kebutuhan Perangkat Lunak

 Dokumentasi Kebutuhan

 Validasi Kebutuhan

 Prioritas Kebutuhan

 Manajemen Perubahan Kebutuhan


6. Konsep Perancangan Perangkat Lunak

Definisi dan Perandalam SDLC:

Perancangan perangkat lunak adalah proses penting dalam Software Development

Life Cycle (SDLC) yang melibatkan pembuatan rencana terperinci sebelum implementasi

kode. Tujuannya adalah memastikan bahwa perangkat lunak sesuai dengan kebutuhan

pengguna dan dapat diimplementasikan secara efektif.

7. Pendekatan Perancangan

Top-Down vs. Bottom-Up:

 Top-Down: Dimulai dari tingkat tertinggi, memecah sistem menjadi modul-modul

kecil. Cocok untuk proyek besar dengan kebutuhan integrasi yang kompleks.

 Bottom-Up: Dimulai dari komponen kecil, mengembangkan dan menguji setiap

modul secara individual sebelum diintegrasikan. Fleksibel dan cepat dalam

pengembangan.

Object-Oriented Design (OOD) vs. Structured Design:

 OOD: Berfokus pada objek dan interaksinya, memudahkan pengembangan sistem

yang kompleks dan modular.

 Structured Design: Menggunakan struktur yang terorganisir dan terstruktur, cocok

untuk sistem yang lebih sederhana dan linear.

8. Dokumentasi Perancangan

Software Requirement Specification (SRS): Dokumen yang mendefinisikan kebutuhan

fungsional dan non-fungsional perangkat lunak.

Software Design Document (SDD): Dokumen yang menjelaskan desain sistem secara rinci,

termasuk arsitektur dan komponen-komponennya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar